Lombok – Banyak yang menganggap mendaki gunung sebagai aktivitas yang menuntut ketahanan fisik tinggi. Namun, Abdul Kadir Usman, pendaki berusia 61 tahun, membuktikan sebaliknya. Ia menantang dirinya dengan mendaki dua gunung sekaligus, yakni mendaki Gunung Rinjani di Lombok dan Gunung Agung di Bali. Pendakian ini ia lakukan untuk merayakan ulang tahunnya pada bulan Juli 2024 lalu.

Abdul Kadir Usman, di usia 61 tahun, berhasil menaklukkan jalur Gunung Rinjani dan Gunung Agung untuk merayakan ultahnya (Instagram.com/@abdulkadirusman16)

Pria yang akrab disapa Bisir ini memulai perjalanan pendakiannya sejak muda sebagai anggota Mahasiswa Pecinta Alam di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Meski sempat berhenti karena masalah kesehatan dan berat badan berlebih, Bisir kembali aktif mendaki pada usia 55 tahun. Dengan tekad kuat untuk hidup sehat tanpa bergantung pada obat-obatan, ia berhasil mengatasi diabetes melalui perubahan gaya hidup dan berhasil menurunkan berat badan hingga mencapai kondisi fisik yang lebih baik.

Kembali Menyusuri Gunung di Usia Senja

Berbeda dari pendekatan ambisius para pendaki muda, Bisir menganggap pendakian di usia ini sebagai momen nostalgia. Sosoknya yang ceria dan penuh canda membuatnya mudah berbaur dengan pendaki lintas usia, meski banyak dari mereka menyapanya dengan panggilan “Kakek”. Ia menyambut panggilan itu dengan penuh santai dan tanpa perasaan terganggu.

Rahasia stamina Bisir terletak pada konsistensinya berjalan kaki setiap hari. Dengan rutin berjalan sejauh 3-4 kilometer di pagi hari bersama tetangga atau menempuh rute sekitar 8 kilometer ke Baturaden, Purwokerto, ia menjaga kapasitas fisik dan kardiovaskulernya tetap optimal.

“Kuncinya hanya konsisten berjalan kaki. Selain melatih fisik, ini juga membantu membangun stamina untuk aktivitas pendakian yang menuntut,” ujarnya.

Pendakian yang Nyaman dengan Pendekatan Santai

Berbeda dari pendaki yang mengutamakan kecepatan, Bisir lebih menikmati pendakian dengan cara yang santai. Selain perjalanan itu sendiri, ia menikmati momen-momen camping dengan persiapan matang. Ia membawa bahan makanan lebih dari sekadar mi instan dan kopi sachet. Baginya, pendakian adalah waktu untuk menikmati alam, bukan hanya sekadar mencapai puncak.

“Saya lebih suka membawa daging rebus dan memasak di atas sana, seperti membuat sop kambing. Ini bagian dari pengalaman yang membuat pendakian terasa spesial,” ungkapnya.

Ia juga bijak dalam membawa barang ketika mendaki. Ia menyesuaikan beban sesuai dengan kemampuan fisiknya agar pendakian tetap nyaman dan aman. Sebagai pendaki berpengalaman, ia menyarankan agar pendaki lain juga mempertimbangkan untuk membawa barang yang ringan, terutama bagi yang baru memulai mendaki gunung.

“Jika memungkinkan, lebih baik membawa barang yang ringan atau menyewa porter. Saya sendiri biasanya hanya membawa beban sekitar 8-10 kilogram dan memanfaatkan bantuan porter atau ojek untuk beberapa rute tertentu,” jelasnya.

Dalam beberapa rute, Bisir bahkan memanfaatkan bantuan porter atau ojek agar perjalanan lebih ringan dan efisien.

Selain itu, Bisir menyebutkan pentingnya memilih peralatan yang sesuai dan strategi pengelolaan beban. Hal ini akan membantu pendaki menghemat energi untuk menyelesaikan jalur yang cukup menantang. Bagi pendaki pemula atau siapa pun yang berencana mendaki Gunung Rinjani, memahami panduan lengkap trekking Rinjani menjadi langkah awal yang bijak. Panduan ini menyediakan informasi penting terkait persiapan fisik, pilihan rute, dan layanan pendukung seperti porter yang bisa sangat bermanfaat bagi pendaki, terutama di jalur-jalur berat seperti Rinjani.

Inspirasi untuk Pendaki Lintas Usia

Bisir juga berbagi pengalaman bahwa pendakian kini lebih mudah dibanding masa mudanya, terutama dengan adanya fasilitas seperti porter dan ojek yang bisa meringankan perjalanan. Gunung yang dulunya sepi kini ramai, sehingga lebih mudah menemukan bantuan saat dibutuhkan. Ia menyarankan pendaki pemula agar tidak ragu bertanya kepada pendaki lain untuk mencegah tersesat atau merasa kesepian selama perjalanan.

Momen pendakian di usia senja yang dilakukan Bisir menjadi inspirasi bagi pendaki lintas usia. Keberanian dan semangatnya menunjukkan bahwa batasan usia tidak menjadi penghalang untuk menikmati keindahan alam selama persiapan fisik dan mental dilakukan dengan baik. Bagi Bisir, mendaki gunung tidak hanya tentang meraih puncak, tetapi juga menikmati setiap langkah dalam perjalanan hidupnya.

Tulisan ini dirangkum dari artikel detikTravel.

Ingin Mendaki Rinjani dengan Nyaman?

Dapatkan pengalaman mendaki Gunung Rinjani yang tak terlupakan bersama Pesona Rinjani! Nikmati trekking yang aman dan nyaman dengan dukungan porter, pemandu profesional, serta fasilitas lengkap yang kami sediakan. Jelajahi keindahan alam Rinjani tanpa khawatir tentang persiapan logistik.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *